Perjalanan membangun bisnis Vending Machine - part 2
.jpg)
Ketika vending machine pertama belum sempurna, saya mulai menyadari satu hal. Proses produksinya terlalu sulit. Banyak bagian yang masih bergantung pada pihak lain, terutama untuk pembuatan storage dan body ACP. Ini membuat proses jadi lambat, mahal, dan sulit diulang. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat versi baru. Versi yang bisa saya buat sendiri, tanpa terlalu bergantung pada orang lain. Saya memilih menggunakan plat galvanis sebagai material utama. Dan di bulan November 2025, versi baru ini pun dimulai.
Membuat storage dengan cara berbeda

Tahap pertama tetap storage. Tapi kali ini, saya tidak langsung menggunakan CAD. Saya belum yakin desain CAD saya akan benar-benar presisi saat diterapkan di dunia nyata. Jadi saya memilih cara yang lebih sederhana: trial and error langsung. Saya mencoba berbagai bentuk dan mekanisme secara langsung tanpa desain digital terlebih dahulu. Dan hasilnya justru lebih cepat. Saya berhasil membuat storage yang lebih sederhana, dengan komponen yang lebih sedikit.
Body yang lebih simpel

Selanjutnya saya membuat body vending machine. Karena menggunakan plat galvanis, prosesnya tidak serumit saat menggunakan ACP. Saya hanya perlu sedikit rangka besi di bagian bawah sebagai pondasi. Untuk isolasi, saya juga mengubah pendekatan. Sebelumnya saya mencetak PU foam sendiri, tapi prosesnya cukup sulit dan berisiko. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli lembaran PU foam yang sudah jadi, sehingga proses perakitan jadi jauh lebih mudah.
Masalah lama yang belum selesai

Bagian pendingin… masih jadi masalah yang sama. Saya mencoba membuat ulang sistem pendingin. Tapi hasilnya tidak berubah. Kompresor tetap mengalami panas berlebih. Untuk sementara, bagian ini saya skip lagi.
Perakitan versi kedua

Ketika semua part sudah siap, saya mulai merakitnya menjadi satu vending machine utuh. Perakitan selesai di akhir bulan Desember 2025.
Testing panjang

Masuk awal Januari 2026, saya mulai fokus ke dua hal yaitu “mekanik storage” dan “program vending yang terhubung ke software monitoring”. Proses testing ini memakan waktu cukup lama. Trial and error terus dilakukan. Dari Januari sampai pertengahan bulan puasa di awal Maret 2026. Setelah pengujian, masalah utama masih tetap sama yaitu “Pendingin”. Kompresor masih panas berlebih. Bahkan dalam salah satu percobaan, kompresor sampai jebol.
Mencoba lagi… dan gagal lagi

Saya mencoba lagi. Kali ini dengan kompresor dan kondensor berkapasitas 1/4 PK. Setelah dirakit dan diuji, hasilnya… Masih sama. Kompresor tetap panas. Di titik ini, sekitar pertengahan Maret 2026, saya benar-benar buntu di bagian pendingin. Kemungkinan besar, saya harus mulai menggunakan bantuan orang lain untuk menyelesaikan bagian ini. Karena modul pendingin siap pakai sangat sulit ditemukan di Indonesia. Hampir semuanya harus impor.
Momen berpikir ulang

Selama libur lebaran, saya mulai berpikir “Bagaimana cara mengatasi pendingin ini?” Atau… “Apakah saya jalankan saja vending machine tanpa pendingin?”. Menjual minuman yang memang tidak perlu suhu dingin, seperti air mineral. Setelah libur lebaran, saya berencana membawa sistem pendingin ini ke tukang servis kulkas. Semoga ada solusi.
Sampai di titik ini

Perjalanan ini sudah berjalan hampir 1,5 tahun. Dan jujur… Belum ada satu pun versi vending machine yang benar-benar selesai. Jika sampai akhir tahun 2026 pemasukan dari vending machine tidak bisa menutup biaya operasional, mungkin saya harus mengambil keputusan yang tidak mudah yaitu “menghentikan bisnis ini dan mulai evaluasi dari awal”.
Pelajaran yang saya dapat

Salah satu kesalahan terbesar saya adalah di awal perancangan bisnis. Saya memilih membuat vending machine sendiri dengan tujuan yaitu “menekan biaya produksi” dan “memudahkan pembuatan sparepart”. Awalnya saya berpikir, membeli mesin jadi akan membutuhkan modal besar jika ingin scale, dan akan sulit mencari sparepart jika terjadi kerusakan. Tapi ternyata, keputusan ini justru membuat biaya menjadi jauh lebih besar. Terutama karena proses R&D yang panjang.
Saya menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan dana hanya untuk mencapai tahap yang sebenarnya bisa dilewati jika menggunakan mesin yang sudah jadi. Saat ini, harapan saya sederhana. Semoga fase R&D ini bisa segera selesai. Agar saya bisa fokus ke hal yang lebih penting yaitu “bagaimana menghasilkan revenue dari bisnis ini”.